62 Tahun GRISA: Menjaga Tradisi, Menguatkan Prestasi, Menyiapkan Generasi Masa Depan
NGAWI | 62 tahun bukan perjalanan yang singkat. Di balik usia tersebut terdapat proses panjang yang membentuk SMK PGRI 1 Ngawi, atau yang lebih dikenal dengan GRISA, menjadi seperti sekarang.
Sekolah ini berdiri pada Juli 1964 dengan nama STM Persiapan Ngawi. Pada masa awal, kegiatan pembelajaran berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi. Fasilitasnya tentu belum seperti sekarang. Namun, dari tempat sederhana itulah perjalanan pendidikan teknik di GRISA dimulai. Tahun-tahun berikutnya membawa perubahan. Jumlah siswa bertambah. Sarana praktik berkembang. Lahan sekolah diperluas. Manajemen ditata. Kompetensi keahlian terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Pada 1988, nama sekolah berubah menjadi STM PGRI Ngawi. Perubahan tersebut sekaligus memperkuat identitas sekolah di tengah perkembangan pendidikan kejuruan di Kabupaten Ngawi. Memasuki dekade 1990-an, pengembangan sekolah semakin terarah. Konsolidasi manajemen berjalan bersama dengan penambahan fasilitas dan pengembangan ruang praktik. Tahun 2005 menjadi salah satu fase penting dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas layanan pendidikan dengan menjadi bagian dari SMK BESAR dari Kemdikdasmen.
Tahun 2009 juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Sejak periode ini, upaya membangun tata kelola dan mutu pendidikan semakin mendapat perhatian. Perubahan besar kemudian terlihat pada dekade 2010-an. GRISA tidak hanya berkembang dari sisi jumlah peserta didik, tetapi juga mulai memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri. Kerjasama dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing serta Pengembangan LSP P1, kelas industri Daihatsu, AXIOO, program BCA CMA, serta berbagai bentuk kemitraan menjadi bagian dari langkah tersebut. Arah pendidikan semakin jelas. Siswa tidak cukup hanya menguasai materi di ruang kelas. Mereka perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Tahun 2020 menjadi salah satu tonggak penting. GRISA berkembang sebagai Center of Excellence bidang Hospitality. Perjalanan itu kemudian berlanjut dengan pengembangan sekolah sebagai SMK Pusat Keunggulan. Status tersebut bukan sekadar perubahan label. Di dalamnya terdapat tuntutan untuk terus memperbaiki proses pembelajaran, memperkuat kompetensi guru dan siswa, membangun kemitraan, serta menyesuaikan pendidikan vokasi dengan perkembangan industri.
Sejak 2022, penguatan internal menjadi perhatian penting. Sekolah memperbaiki ketuntasan pembelajaran, memantau proses pendidikan secara lebih teratur, memperkuat kedisiplinan, mengembangkan layanan digital, serta meningkatkan literasi dan kompetensi warga sekolah. Pada saat yang sama, ruang prestasi siswa semakin terbuka.
Tahun 2026 menjadi salah satu periode yang menambah panjang catatan prestasi GRISA. Hingga tahun ini, sekolah mencatat 92 prestasi tingkat nasional dan internasional dalam berbagai bidang. Beberapa capaian terbaru datang dari kompetisi keterampilan dan teknologi. Di antaranya Juara 1 LKS Jawa Timur bidang Information Network Cabling, Juara 2 Wikusama WorldSkill Competition, prestasi pada bidang desain konstruksi dan AutoCAD, serta capaian pada LKS tingkat nasional 2026.
Di bidang keamanan siber, siswa GRISA juga meraih Juara 1 Nasional Cyber Security BMKG 2026. Sementara itu, prestasi olahraga turut menambah warna dalam perjalanan sekolah melalui raihan medali pada kejuaraan karate tingkat internasional.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa prestasi GRISA tidak terkonsentrasi pada satu kompetensi. Siswa berkembang melalui berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, jaringan, keamanan siber, desain dan konstruksi, hingga olahraga.
Bagi sekolah, prestasi merupakan hasil dari proses. Karena itu, pembentukan karakter tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. GRISA menempatkan kedisiplinan, ketuntasan, dan keterpantauan sebagai tiga kebiasaan yang terus dibangun. Implementasinya terlihat dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari penyambutan siswa, apel pagi, salat berjamaah, hingga kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an setiap Kamis Legi. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun siswa yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki sikap dan tanggung jawab.
Pendidikan di GRISA tidak berhenti pada proses belajar di sekolah. Rangkaian layanan disiapkan sejak PPDB, MPLS, pembelajaran, Prakerin atau PKL, hingga masa setelah siswa menyelesaikan pendidikan. Lulusan diarahkan untuk memiliki berbagai pilihan, baik memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun membangun usaha sendiri. Pada momentum ulang tahun ke-62, GRISA memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni atau IKA GRISA. Alumni yang telah memasuki dunia profesional dan membangun usaha didorong untuk kembali berkontribusi kepada almamater. Perannya tidak hanya sebagai tamu dalam kegiatan sekolah. Alumni diharapkan dapat menjadi inspirator, mentor, mitra, sekaligus penghubung peluang bagi siswa.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui GRISA Entrepreneur Day 2026 dan pengembangan GRISA Young Entrepreneur Incubator. Program ini membuka ruang pertemuan antara alumni wirausaha, siswa, guru kewirausahaan, dan dunia usaha. Pengalaman alumni dapat dibagikan secara langsung. Siswa juga memperoleh kesempatan untuk mengenal proses membangun usaha, menghadapi risiko, membaca peluang, dan mengembangkan gagasan bisnis.
Di sinilah makna peringatan 62 tahun GRISA menjadi lebih luas. Ulang tahun bukan hanya tentang mengenang kapan sekolah berdiri. Ia juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana sekolah berkembang dan ke mana langkah berikutnya diarahkan. GRISA telah melewati perjalanan panjang. Dari STM Persiapan Ngawi, berkembang menjadi STM PGRI Ngawi, kemudian tumbuh sebagai SMK dengan berbagai program keunggulan dan kemitraan hingga menjadi SMK Pusat Keunggulan.
Perjalanan itu meninggalkan banyak catatan. Ada sejarah, pembangunan fasilitas, perubahan sistem, kemitraan, prestasi, pembentukan karakter, dan kontribusi alumni. Semua itu bermuara pada satu tujuan: menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi, karakter, pengalaman, dan keberanian untuk menentukan masa depannya sendiri. Kini, GRISA tidak sedang berhenti merayakan masa lalu akan tetapi membangun komitmen untuk terus menjadi manfaat, berdampak kebaikan dan berkonstribusi.
Selamat ulang tahun SMK PGRI 1 Ngawi
Studyhard worksmart…
Grisa …Jaya
