GRISA Entrepreneur Day 2026, Alumni dan Sekolah Bangun Ekosistem Wirausaha Siswa

27/09/2026 Admin Web Berita

GRISA Entrepreneur Day 2026, Alumni dan Sekolah Bangun Ekosistem Wirausaha Siswa

NGAWI, 26 September 2026 | Sekitar 30 siswa SMK PGRI 1 Ngawi telah merintis usaha sendiri. Mereka kini dipertemukan dengan 35 alumni yang telah lebih dulu menekuni dunia bisnis untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kolaborasi. Pertemuan itu menjadi bagian dari GRISA Entrepreneur Day 2026 di SMK PGRI 1 Ngawi, Sabtu (26/9/2026).

Usaha yang dirintis siswa cukup beragam, mulai dari peternakan, servis kendaraan, jual beli kendaraan dan unggas, hingga makanan, pakaian, kaus, dan suvenir. Sekolah melihat perkembangan tersebut sebagai potensi yang perlu dikembangkan melalui pendampingan yang lebih terarah.

GRISA Entrepreneur Day 2026 sekaligus menjadi bagian dari Dies Natalis ke-1 Ikatan Keluarga Alumni GRISA (IKA GRISA). Selain alumni, kegiatan dihadiri manajemen sekolah, guru kewirausahaan, Yayasan PGRI, serta Dinas Koperasi Kabupaten Ngawi yang mewakili Bupati Ngawi. Bupati berhalangan hadir karena menjalankan agenda di Jakarta.

Pertemuan tersebut diarahkan tidak berhenti sebagai forum berbagi pengalaman. Sekolah ingin membangun hubungan yang lebih produktif antara siswa dan alumni melalui jejaring usaha, mentoring, serta peluang kolaborasi.

Ketua IKA GRISA Kombes Pol. Suryono, S.H., S.I.K., M.H. yang berhalangan hadir menyampaikan ucapan selamat melalui pesan WhatsApp. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua II IKA GRISA Sarjono, S.H.

Dalam sambutannya, Mas Sarjono menyampaikan terimakasih pada bapak ibu guru yang telah memberikan ilmu dan pengalaman hidup sehingga para alumni bisa seperti sekarang. Ia juga menyampaikan peringatan ulang tahun IKA GRISA tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Alumni, menurut dia, memiliki tanggung jawab moral untuk tetap terhubung dengan sekolah dan ikut memberikan pengalaman kepada siswa.

“Ulang tahun IKA GRISA menjadi momentum untuk bertemu, berbagi, dan tumbuh bersama,” ujar Sarjono.

Kepala SMK PGRI 1 Ngawi Dr. Farid Samsul Hadi mengatakan sekolah perlu memberikan ruang bagi siswa untuk menentukan masa depan sesuai potensi masing-masing. Lulusan tidak harus menempuh jalur yang sama.

“Lulusan GRISA diharapkan menjadi qurrata a’yun bagi orang tua dan keluarga. Jalannya bisa melalui bekerja, melanjutkan studi ke perguruan tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri,” kata Farid samsul hadi.

Menurut beliau, munculnya sekitar 30 siswa yang telah memiliki atau merintis usaha menunjukkan adanya minat kewirausahaan yang perlu mendapat perhatian.

“Pembelajaran kewirausahaan tidak cukup berhenti pada teori di kelas. Siswa perlu memperoleh pengalaman langsung, bertemu pelaku usaha, memahami persoalan bisnis, dan belajar mengambil keputusan,” ujarnya.

Karena itu, keberadaan alumni menjadi penting. Mereka dapat menjadi sumber pengalaman sekaligus membuka akses jejaring yang tidak selalu diperoleh siswa melalui pembelajaran formal di kelas.

Usai pembukaan dan penyerahan sertifikat kepada pemenang desain logo Dies Natalis ke-62 SMK PGRI 1 Ngawi, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow kewirausahaan yang dipandu Aris Purwadi, S.H., M.H.

Talkshow menghadirkan sejumlah alumni dan praktisi usaha, antara lain Amar Sunaryo, alumni 1988 yang bergerak di bidang konstruksi, Rizqi Sandita Ramadani atau Sam Tompel, alumni 2015 yang bergerak di bidang peternakan Sapi serta perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Ngawi.

Dalam paparannya, Pak Amar berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun fondasi diri ketika mengembangkan usaha. Menurutnya, pertumbuhan bisnis akan diikuti tanggung jawab dan tantangan yang semakin besar. Keseimbangan jiwa dan raga juga menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan usaha yang penuh dinamika.

Sementara Sam Tompel menceritakan perjalanan membangun bisnis peternakan sapi. Disampaikan bahwa beliau memulai karier di manajemen penyanyi kondang Denny Caknan. Pada tahun 2024 ia memberanikan diri untuk memulai usaha di bidang peternakan. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra.

Perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Ngawi memberikan pemahaman mengenai legalitas usaha. Siswa diperkenalkan pada pentingnya aspek administratif ketika bisnis mulai berkembang, memperluas pasar, membangun kemitraan, maupun membutuhkan akses pembiayaan.

Bagi SMK PGRI 1 Ngawi, pertemuan tersebut menjadi langkah untuk membawa pembelajaran kewirausahaan lebih dekat dengan praktik nyata. Alumni tidak hanya diposisikan sebagai bagian dari sejarah sekolah, tetapi juga sebagai jejaring pembelajaran dan mitra pengembangan usaha siswa.

Mengusung tema “Bertemu, Berbagi, Berwirausaha, Bertumbuh Bersama”, GRISA Entrepreneur Day menjadi bagian dari perjalanan 62 tahun SMK PGRI 1 Ngawi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan minat siswa tidak berhenti pada keberanian memulai usaha. Sekolah perlu membangun sistem pendampingan, jejaring, akses pasar, akses pembiayaan, dan kolaborasi agar usaha siswa dapat berkembang secara berkelanjutan.

GRISA KU. GRISA MU. GRISA KITA.

#grisa #smkpgri1ngawi #wirausaha #entrepeneur 

GRISA Entrepreneur Day 2026, Alumni dan Sekolah Bangun Ekosistem Wirausaha Siswa