Ratusan Lulusan SMK dari Jatim Bekerja di Jepang

Published by on

Hingga 2016, sebanyak 380 siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bekerja dengan status magang di Jepang. Negara dengan julukan Matahari Terbit ini sangat meminati tenaga-tenaga lulusan SMK dari Jawa Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur Sukardo mengatakan, jumlah lulusan SMK dari Jatim terbanyak dibanding provinsi lain yang magang di Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa skill siswa lulusan SMK di Jatim lebih baik.

Sukardo menjelaskan, selama tiga tahun terakhir para lulusan SMK telah terseleksi bekerja di sektor Industri, manufaktur, dan sektor lainnya di Jepang. Langkah tersebut terus berlanjut. Tahun ini sudah memasuki tahun kedua untuk pengiriman lulusan SMK dari Jawa Timur ke Jepang.

“Belum lama ini proses seleksi dan rekrutmen juga telah menyeleksi sekira 300 siswa lulusan SMK. Sebanyak 60 siswa dinyatakan layak untuk selanjutnya akan mengikuti seleksi tahap akhir yang akan dilakukan langsung oleh pemberi kerja yaitu perusahaan asal Jepang,” jelasnya.

Sukardo melanjutkan, selain program magang di Jepang, Disnakertransduk Jatim juga menggandeng puluhan perusahaan untuk menyerap para siswa lulusan SMK. Berdasarkan catatan yang ada setiap tahun jumlah lulusan SMA dan SMK di Jawa Timur mencapai 480 ribu siswa dengan dengan jumlah yang melanjutkan kuliah hanya 190 ribu atau hanya 40 persen.

Mereka yang tidak melanjutkan kuliah ditawari untuk masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK). “Biasanya meraka yang tidak melanjutkan kuliah kami tawari untuk ikut pelatihan kerja di BLK-BLK yang kami miliki,” katanya.

Di BLK tersebut, lanjutnya, akan mengikuti pelatihan selama 40 hari atau 320 jam. Setelah selesai akan mendapatkan sertifikat. Dengan sertifikat itu akan mempermudah untuk mendapatkan pekerjaan dengan sejumlah perusahaan yang telah bekerjasama dengan Disnakertransduk Jatim.

Sumber : Okezone

Categories: Berita

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda!